Artikel Terbaru

WAFATNYA RASULULLAH SAW, BANJIR AIR MATA PARA SAHABAT, BANJIR AIR MATA KITA

Written By Unknown on 8/27/15 | 3:43 AM


Diriwayatkan bahwa surah Al-Maidah ayat 3 diturunkan pada sesudah waktu Ashar yaitu pada hari Jum’at di Padang Arafah pada musim haji penghabisan (Wada’). Pada masa itu Rasulullah s.a.w. berada di Arafah di atas unta. Ketika ayat ini turun Rasulullah s.a.w. tidak begitu jelas penerimaannya untuk mengingat isi dan makna yang terkandung dalam ayat tersebut. Kemudian Rasulullah s.a.w. bersandar pada unta beliau, dan unta beliau pun duduk perlahan-lahan.

Setelah itu turun malaikat Jibril a.s. dan berkata:
“Wahai Muhammad, sesungguhnya pada hari ini telah disempurnakan urusan agamamu, maka terputuslah apa yang diperintahkan oleh Allah s.w.t. dan demikian juga apa yang terlarang oleh-Nya. Karena itu, kumpulkan para sahabatmu dan beritahu mereka bahwa hari ini adalah hari terakhir aku bertemu denganmu.”

Setelah Malaikat Jibril a.s. pergi maka Rasulullah s.a.w. pun berangkat ke Mekah dan terus pergi ke Madinah. Setelah Rasulullah s.a.w. mengumpulkan para sahabat, pun menceritakan apa yang telah diberitahu malaikat Jibril a.s. Ketika para sahabat mendengarnya berita itu, mereka pun gembira sambil berkata: “Agama kita telah sempurna! Agama kila telah sempurna!”

Ketika Abu Bakar r.a. mendengar kabar Rasulullah s.a.w. itu, ia tidak dapat menahan kesedihannya. Ia pun kembali ke rumah lalu mengunci pintu dan menangis sekuat-kuatnya. Abu Bakar r.a. menangis dari pagi hingga malam. Kisah tentang Abu Bakar r.a. menangis ini sampai kepada para sahabat lain.

Maka berkumpullah mereka di depan rumah Abu Bakar r.a. dan mereka berkata: “Wahai Abu Bakar, apakah yang telah membuat engkau menangis sehingga menyedihkan sekali keadaanmu? Seharusnya engkau gembira karena agama kita telah sempurna.” Mendengar itu, Abu Bakar r.a. pun berkata, “Wahai para sahabatku, kamu semua tidak tahu tentang musibah yang akan menimpa kamu. Tidakkah kamu tahu bahwa apabila suatu perkara itu telah sempurna maka akan kelihatanlah kekurangannya. Turunnya ayat tersebut menunjukkan perpisahan kita dengan Rasulullah s.a.w.. Hasan dan Husein menjadi yatim dan para istri nabi menjadi janda.”

Setelah mereka mendengar penjelasan Abu Bakar r.a.. sadarlah mereka lalu mereka pun menangis sejadi-jadinya. Kabar tangisan mereka kemudian sampai ke para sahabat yang lain. Mereka pun memberitahu Rasulullah s.a.w. Berkata salah seorang dari sahabat,“Ya Rasulullah s.a.w., kami baru kembali dari rumah Abu Bakar r.a. dan kami dapati banyak orang menangis dengan suara keras sekali di depan rumah beliau.” Berubahlah wajah Rasulullah s.a.w. dan dengan bergegas beliau menuju ke rumah Abu Bakar r.a. Setelah sampai, Rasulullah s.a.w. melihat kepada semua yang menangis dan bertanya,“Wahai para sahabatku, mengapa kamu semua menangis?”

Kemudian Ali r.a. berkata, “Ya Rasulullah, Abu Bakar mengatakan bahwa turunnya ayat ini membawa tanda bahwa waktu wafatmu telah dekat. Adakah ini benar ya Rasulullah?” Lalu Rasulullah s.a.w. berkata:“Semua yang dikatakan Abu Bakar adalah benar, dan sesungguhnya waktu untuk aku meninggalkan kamu semua telah dekat.”

Setelah Abu Bakar mendengar pengakuan Rasulullah, maka ia pun menangis sekuat tenaganya sehingga ia jatuh pingsan. Saat semuanya sedang ditimpa duka, seorang sahabat ‘Ukasyah r.a. berkata kepada Rasulullah: “Ya Rasulullah, engkau pernah memukul tulang rusukku hingga sakit. Saya ingin tahu apakah engkau sengaja memukulku atau hendak memukul unta Baginda.” Rasulullah menjawab: “Wahai ‘Ukasyah, aku sengaja memukul kamu.” Kemudian Rasulullah berkata kepada Bilal, “Wahai Bilal, kamu pergi ke rumah Fathimah dan ambilkan tongkatku kesini.” Bilal keluar dari masjid dan menuju rumah Fathimah sambil meletakkan tangannya di atas kepala dengan berkata, “Rasulullah telah menyediakan dirinya untuk dibalas (diqishash).”

Setelah Bilal sampai di rumah Fathimah, memberi salam dan mengetuk pintu. “Siapakah di pintu?” “Aku Bilal, saya telah diperintahkan Rasulullah untuk mengambil tongkat beliau.”
“Wahai Bilal, untuk apa ayahku minta tongkatnya.”
“Wahai Fathimah, Rasulullah s.a.w. telah menyediakan dirinya untuk diqishash.”
“Wahai Bilal, siapakah manusia yang sampai hatinya untuk menqishash Rasulullah s.a.w.?”

Bilal tidak menjawab kemudian membawa tongkat itu kepada Rasulullah. Setelah Rasulullah menerima tongkat tersebut dari Bilal, maka beliau pun menyerahkan kepada ‘Ukasyah. Melihat itu, Abu Bakar ra. dan Umar ra. tampil ke depan sambil berkata:
“Wahai ‘Ukasyah, janganlah kamu qishash Rasulullah s.a.w. qishashlah kami berdua.” Rasulullah s.a.w. berkata: “Wahai Abu Bakar, Umar duduklah, sesungguhnya Allah s.w.t. telah menetapkan tempatnya untuk kamu berdua.”

Kemudian Ali r.a. bangun, “Wahai ‘Ukasyah! Aku adalah orang yang senantiasa berada di samping Rasulullah s.a.w., pukullah aku dan janganlah kamu menqishash Rasulullah.” Lalu Rasulullah berkata, “Wahai Ali duduklah kamu, sesungguhnya Allah telah menetapkan tempatmu dan mengetahui isi hatimu.” Setelah itu, Hasan dan Husein bangun dengan berkata:“Wahai ‘Ukasyah, kami ini cucu Rasulullah, kalau kamu menqishash kami sama dengan kamu menqishash Rasulullah.” Mendengar kata-kata cucunya Rasulullah s.a.w. pun berkata, “Wahai buah hatiku duduklah kamu berdua.”

“Wahai ‘Ukasyah pukullah aku, lakukanlah balasanmu,” kata Rasulullah.
‘Ukasyah berkata: “Ya Rasulullah s.a.w., engkau memukulku waktu aku tidak memakai baju.” Maka Rasulullah pun membuka baju. Setelah Rasulullah membuka baju maka menangislah semua yang hadir. Suasana tegang dan haru. Begitu ‘Ukasyah melihat tubuh Rasulullah yang putih bersih, ia segera melempar tongkatnya dan langsung memeluk dan mencium badan Rasulullah dan berkata: “Aku tebus engkau dengan jiwaku ya Rasulullah. Siapa yang sanggup memukulmu.

Aku melakukan ini karena ingin menyentuhkan badanku dengan badanmu yang dimuliakan Allah. Dan aku ingin Allah menjagaku dari neraka dengan kehormatanmu.” Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata, “Dengarlah kamu sekalian, sekiranya kamu ingin melihat seorang ahli surga, inilah orangnya.” Kemudian semua sahabat bersalam-salaman atas kegembiraan mereka terhadap peristiwa yang sangat menegangkan itu. Setelah itu para sahabat pun berkata, “Wahai ‘Ukasyah, inilah keuntungan yang paling besar bagimu, engkau telah memperoleh darajat yang tinggi dan bertemankan Rasulullah di surga.”

Ketika ajal Rasulullah s.a.w. semakin dekat, beliau pun memanggil para sahabat ke rumah Aisyah r.a. dan berkata: “Selamat datang, semoga Allah mengasihimu semua. Aku berwasiat kepadamu semua agar kamu semua bertaqwa kepada Allah dan mentaati segala perintah-Nya. Sesungguhnya hari perpisahan antara aku denganmu semua hampir dekat, dan dekat pula saat kembalinya seorang hamba kepada Allah dan menempatkannya di surga. Kalau telah sampai ajalku maka hendaklah Ali yang memandikanku, Fadhl bin Abbas hendaklah menuangkan air dan Usamah bin Zaid hendaklah menolong keduanya.

Setelah itu kamu kafanilah aku dengan pakaianku sendiri atau kafanilah aku dengan kain Yaman yang putih. Apabila kamu memandikan aku, letakkan aku di atas balai tempat tidurku dalam rumahku ini. Setelah itu, kamu semua keluarlah sebentar meninggalkan aku. Pertama yang akan menshalatkan aku adalah Allah, kemudian Jibril, kemudian diikuti Israfil, Mikail, dan yang akhir adalah lzrail berserta dengan semua pembantunya. Setelah itu baru kamu semua masuk bergantian berkelompok menshalatkanku.”

Setelah para sahabat mendengar ucapan yang sungguh menyayat hati itu, meledaklah tangis mereka. Mereka menangis sejadi-jadinya dan berkata, “Ya Rasulullah. engkau adalah seorang Rasul yang diutus kepada kami, engkau selama ini memberi kekuatan dalam penemuan kami dan sebagai penguasa yang mengurus perkara kami. Apabila engkau sudah tiada nanti, kepada siapakah akan kami bertanya setiap persoalan yang timbul nanti?”

Kemudian Rasulullah berkata,“Dengarlah para sahabatku, aku tinggalkan kepada kamu semua jalan yang benar dan jalan yang terang, dan telah aku tinggalkan kepada kamu dua penasihat: yang satu nasehat yang pandai bicara dan yang satu lagi nasehat yang diam. Yang pandai bicara adalah Al-Quran dan yang diam itu ialah maut. Apabila ada sesuatu persoalan yang rumit diantara kamu, maka hendaklah kamu semua kembali kepada Al-Quran dan Sunnah-ku dan sekiranya hati kamu bersikeras maka lembutkan dengan mengambil nasehat dari kematian.”

Setelah Rasulullah s.a.w. berkata demikian, maka Rasulullah mulai merasakan sakit. Dalam bulan safar Rasulullah s.a.w. sakit selama 18 hari dan sering dikunjungi oleh para sahabat. Rasulullah diutus pada hari Senin dan wafat pada hari Senin. Pada hari Senin pula penyakit Rasulullah bertambah berat. Setelah Bilal menyelesaikan adzan subuh, Bilal pun pergi ke rumah Rasulullah.

Bilal pun memberi salam,“Assalaamualaika ya Rasulallah.” Lalu dijawab oleh Fathimah ra.,“Rasulullah s.a.w. masih sibuk dengan urusan beliau.” Setelah Bilal mendengar penjelasan dari Fathimah, ia pun kembali ke masjid tanpa memahami kata-kata Fathimah itu. Ketika waktu subuh hampir habis, Bilal pergi sekali lagi ke rumah Rasulullah dan memberi salam lagi, kali ini salam Bilal didengar oleh Rasulullah: “Masuklah wahai Bilal, sesungguhnya sakitku ini semakin berat, suruhlah Abu Bakar mengimamkan shalat subuh berjamaah dengan mereka yang hadir.”Setelah mendengar pesan Rasulullah, Bilal pun berjalan menuju ke masjid sambil meletakkan tangan di atas kepala dengan berkata:“Waah … ini musibah besar.”

Di masjid, Bilal memberitahu Abu Bakar tentang apa yang telah Rasulullah katakan kepadanya. Abu Bakar tidak dapat menahan dirinya. Ketika melihat mimbar kosong, dengan suara keras ia menangis hingga jatuh pingsan. Melihat peristiwa ini, riuh rendah tangisan sahabat terdengar di dalam masjid, sehingga Rasulullah bertanya kepada Fathimah ra.; “Wahai Fathimah apakah yang terjadi?” “Kekisruhan kaum muslimin disebabkan engkau tidak pergi ke masjid.”

Kemudian Rasulullah memanggil Ali dan Fadhl bin Abas lalu Rasulullah bersandar kepada kedua mereka dan terus pergi ke masjid. Setelah sampai di masjid, Rasulullah s.a.w. pun bershalat subuh bersama dengan para sahabat.

Setelah selesai, Rasulullah s.a.w. berkata, “Wahai kaum muslimin, kamu semua senantiasa dalam pertolongan dan pemeliharaan Allah s.w.t., oleh karena itu hendaklah kamu semua bertaqwa kepada Allah dan mengerjakan segala perintah-Nya. Sesungguhnya aku akan meninggalkan dunia ini dan kamu semua, dan hari ini adalah hari pertama aku di akhirat dan hari terakhir aku di dunia.” Setelah berkata demikian, Rasulullah pun pulang.

Di langit, Allah s.w.t. mewahyukan kepada malaikat lzrail a.s., “Wahai lzrail, pergilah kamu kepada kekasih-Ku dengan sebaik-baik rupa, dan apabila kamu hendak mencabut ruhnya hendaklah kamu melakukan dengan cara yang paling lembut. Minta izinlah terlebih dahulu, kalau ia izinkan kamu masuk, maka masuklah dan kalau ia tidak mengizinkan kamu masuk maka hendaklah kamu kembali kepada-Ku.”

Malaikal lzrail pun turun mendatangi Nabi dengan menyerupai orang Arab Badwi. “Assalaamu ‘alaikum yaa ahla baitin nubuwwati wa ma danirrisaalati a-adkhulu?” (Mudah-mudahan keselamatan tetap untuk kamu sekalian, wahai penghuni rumah nabi dan pemberi risalah, bolehkan saya masuk?) Fathimah mendengar orang memberi salam maka ia-pun berkata; “Wahai hamba Allah, Rasulullah s.a.w. sedang sibuk sebab sakitnya semakin berat.”

Kemudian malaikat lzrail memberi salam lagi, dan kali ini didengar oleh Rasulullah s.a.w. Rasulullah bertanya kepada Fathimah: “Wahai Fathimah, siapakah di depan pintu itu?”
“Ya Rasulullah, ada seorang Arab Badwi memanggilmu, dan aku telah katakan kepadanya Ayahanda sedang sibuk sebab sakit, sebaliknya dia memandangku dengan tajam sehingga badanku terasa menggigil.”Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata: “Wahai Fathimah, tahukah kamu siapakah orang itu?” Fathimah menjawab, “Tidak ayah.” “Dialah lzrail, malaikat yang akan memutuskan segala macam nafsu syahwat yang memisahkan perkumpulan-perkumpulan dan yang memusnahkan semua rumah serta meramaikan kubur.” Fathimah tidak dapat menahan air matanya. Perpisahan dengan ayahandanya akan terjadi, dia menangis sejadi-jadinya.

“Janganlah menangis wahai Fathimah, engkaulah orang yang pertama dalam keluargaku akan bertemu denganku.” Kemudian Rasulullah pun mengizinkan lzrail masuk. lzrail dengan tenang mengucap, “Assalamu ‘alaikum ya Rasulallah.” Lalu Rasulullah menjawab: “Wa ‘alaikassalam … Wahai lzrail engkau datang menziarahiku atau untuk mencabut ruhku?” lzrail menjawab: “Kedatanganku adalah untuk menziarahimu dan untuk mencabut ruhmu, itupun jika engkau izinkan, kalau tidak engkau izinkan, aku akan kembali.” Berkata Rasulullah s.a.w., “Wahai lzrail, dimanakah engkau tinggalkan Jibril?” Berkata lzrail: “Aku tinggalkan Jibril di langit dunia, para malaikat sedang memuliakan dia.” Tidak beberapa lama kemudian Jibril pun turun dan duduk di dekat kepala Rasulullah s.a.w.

Ketika Rasulullah melihat kedatangan Jibril, beliau berkata: “Wahai Jibril, tahukah engkau bahwa ajalku sudah dekat” Berkata Jibril: “Ya aku tahu.” Rasulullah bertanya lagi, “Wahai Jibril, beritahukanlah padaku kemuliaan yang menggembirakan aku disisi Allah.” Berkata Jibril, “Sesungguhnya semua pintu langit telah dibuka, para malaikat berbaris rapi menanti ruhmu di langit. Kesemua pintu-pintu surga telah dibuka, dan kesemua bidadari sudah berhias menanti kehadiran ruhmu.”

Berkata Rasulullah: “Alhamdulillah, sekarang engkau katakan pula tentang umatku di hari kiamat nanti.” Berkata Jibril, “Allah s.w.t. telah berfirman, ‘Sesungguhnya aku telah melarang semua para nabi masuk ke dalam surga sebelum engkau masuk terlebih dahulu, dan aku juga melarang semua umat memasuki surga sebelum umatmu memasuki surga.”

Berkatalah Rasulullah: “Sekarang aku telah puas dan telah hilang keresahan akan umatku. Wahai lzrail … mendekatlah kepadaku …. dan lakukanlah tugasmu.” lzrail pun mulai melakukan tugasnya. Ruh sang Nabi Agung itu dicabutnya pelan-pelan, lembut sekali. Ketika ruhnya sampai di pusat, Rasulullah berkata: “Wahai Jibril, sakiiit … sekali kematian ini.” Karena tak sanggup melihat wajah kekasih Allah itu merintih kesakitan, Jibril mengalihkan pandangannya.

Melihat itu, Rasulullah bertanya: “Wahai Jibril, apakah engkau tidak suka melihat wajahku?” Jibril menjawab: “Wahai kekasih Allah, siapa yang akan sanggup melihat wajahmu dalam keadaan sakaratul maut begini?”Anas bin Malik ra. berkata: “Ketika ruh Rasulullah s.a.w. telah sampai di dada, beliau bersabda, ‘Aku wasiatkan kepadamu mengerjakan shalat dan kerjakan semua yang Allah perintahkan kepadamu.”

Ali r.a. berkata: “Sesungguhnya, ketika menjelang saat-saat terakhir, Rasulullah mengerakkan kedua bibirnya sebanyak dua kali, dan aku meletakkan telingaku dekat dengannya, Rasulullah s.a.w. berkata: “Umatku..’ umatku….” Telah bersabda Rasulullah s.a.w. bahwa:“Malaikat Jibril a.s. telah berkata kepadaku.”Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah s.w.t. telah menciptakan sebuah laut di belakang gunung Qaf, dan di laut itu terdapat ikan yang selalu membaca shalawat untukmu, barang siapa yang menangkap ikan dari laut tersebut maka akan lumpuhlah kedua belah tangannya dan ikan tersebut akan menjadi batu.”

Waallahualam Bishawab..

DARI PENGGEMAR HEAVY METAL MENJADI PENCINTA ALQURAN


Yahiye Adam Godhan adalah anak seorang tukang daging yang banyak menyangsikan dan menentang dogma Kristen. Ia juga merasa heran melihat teman-temannya beribadah kepada Nabi Isa ‘alaihissalam. Di kemudian hari, ketika ia mulai mengenal Islam dan Alquran, ia mendapatkan alasan yang kuat mengapa harus menjadi seorang muslim.
Yahiye menceritakan kisah hidupnya sejak remaja hingga menemukan Islam sebagai jalan hidup yang hakiki. Ia bertutur:
Saat berusia 17 tahun, aku memiliki pengalaman yang sedikit berbeda dengan pengalaman-pengalaman remaja Amerika pada umumnya. Aku dibesarkan di sebuah peternakan kambing di tengah pedesaan, di Western Riverside County, California. Di peternakan keluarga itu, peternakan kami mampu menghasilkan susu, keju, dan daging dari 150 sampai 200 hewan yang kami miliki. Ayahku adalah seorang tukang daging yang menyembelih hewan-hewan pedagingnya dengan cara islami. Kemudian ia memasoknya ke toko makanan Islam yang terletak beberapa blok dari Islamic Center di pusat kota Los Angeles.
Ayahku dibesarkan sebagai seorang agnotis atau ateis, kemudian menjadi penganut Kristen karena tak sengaja mempelajari Injil yang ia temukan tertinggal di pantai. Ayahku punya beberapa teman yang beragama Islam, tapi saat ini, semua teman-teman muslimnya sudah pindah dari California. Sementara ibuku, sejak kecil dididik sebagai seorang Katolik namun ia memiliki prinsip yang sama dengan ayahku, sama-sama tidak mengimani konsep trinitas.
Aku dan saudara-saudaraku mengenyam pendidikan home schooling. Perlu diketahui, kebanyakan keluarga yang mengambil home schooling adalah orang-orang Kristen. Selama delapan tahun lebih, keluargaku berinteraksi dengan komunitas Kristen di home schooling ini. Namun, justru hal itulah yang mulai membuka mataku.
Aku mulai menemukan hal-hal yang kuanggap aneh, meskipun Kristen menyatakan bahwa mereka penganut trinitas, kenyataannya mereka hanya menujukan doa-doa mereka kepada Yesus. Menurutku hal itu benar-benar mengherankan. Orang-orang Kristen menganggap hal itu sebagai syarat untuk memperoleh keselamatan. Sejak saat itu, secara bertahap aku menyadari bahwa aku tidak bisa menjadi seorang penganut Kristen.
Selanjutnya, aku sangat terobsesi dengan aliran pemuja setan yang ada pada musik heavy metal. Dan tentu saja keluargaku sangat menentang keras hobi baruku ini. Mulailah kuhabiskan hari-hariku untuk terus mendalami musik ini; aku mulai menjalani hidup kotor dan jorok serta menjauhi kebersihan, kamarku kubiarkan begitu sangat berantakan dan kacau, dan hubungnku dengan orang tua mulai menegang, walaupun aku juga sering meminta maaf kepada mereka.
Di tahun berikutnya, aku mulai mendengar khotbah berapi-api di radio dari Kristen Apokaliptik, menceritakan tentang ancaman Islam. Namun peringatan mereka malah menimbulkan rasa ketertarikan di hatiku untuk mengetahui Islam lebih jauh. Aku anggap hal ini sebagai salah satu kegiatan untuk mengisi kekosongan.
Titik balik dari kesia-siaan yang aku lakukan adalah ketika pindah ke Santa Ana, California, tinggal bersama nenekku. Di California, aku berharap bisa mendapatkan pekerjaan. Tapi apa mau dikata, mencari pekerjaan itu sangat mudah diucapkan namun sulit untuk dilalui. Dan saat itulah aku mulai menemukan tempat-tempat diskusi Islam.
Disana, aku menemukan bahwa keyakinan dan praktik agama ini benar-benar sesuai dengan fitrah dan logika manusia. Islam mengajarkan bahwa Allah bukanlah bagian dari manusia, akan tetapi Dia sebagai Dzat yang terpisah dari manusia, esa tak berbilang. Islam memiliki kitab suci yang sangat mudah untuk dipahami sekalipun oleh orang awam. Tidak ada kepausan yang dianggap sempurna dalam hal penafsiran. Setiap muslim memiliki kebebasan menafsirkan Alquran dengan kesadaran akan kadar ilmu pengetahuan yang mereka miliki.
Muslim tidak meyakini bahwa semua orang ditakdirkan masuk neraka. Sehingga Tuhan tidak perlu mengorbankan dirinya disiksa di tiang salib untuk menebus dosa-dosa umat manusia. Muslim meyakini bahwa Allah Maha Penyayang dan Maha Pengampun, kecuali bagi mereka yang ingkar dan memang tidak mau bertaubat kepada-Nya. Muslim tidak percaya akan adanya ras terpilih, semua sama di mata Allah yang membedakannya hanyalah takwa. Dan masih banyak hal-hal lain.
Setelah mulai membaca terjemahan Alquran dalam bahasa Inggris, aku semakin yakin akan kebenaran dan keaslian ajaran Allah yang terkandung dalam 114 surat Alquran. Setelah bertahun-tahun bergaul dengan orang-orang Islam, aku tahu benar bahwa mereka bukanlah orang-orang yang haus darah, teroris, dan barbar, seperti yang digambarkan oleh media dan para aktivis Injil.
Bekal inilah yang membuatku semakin tertarik untuk mengetahui dan meneliti Islam lebih jauh, lebih dari yang orang lain ketahui. Karena aku belum bisa memutuskan dan memantabkan hati kalau Islam adalah benar-benar takdirku.
Islamic Society of Orange Country
Islamic Society of Orange Country, California.
Sampai akhirnya, pencarian tersebut menemui titik temu. Menurutku, ini adalah proses yang sangat alami tanpa ada paksaan. Pada November 1995, aku mengunjungi komunitas Islam di California, Islamic Society of Orange County, di Garden Grove. Aku katakan kepada salah seorang saudara muslim yang mengurus perpustakaan di sana, bahwa aku ingin memeluk Islam. Lalu dia memberiku beberapa bahan bacaan, dan kemudian aku mengucapkan syahadat di dalam masjid yang penuh sesak.
Minggu berikutnya, kuhabiskan untuk mempelajari tata cara shalat dan merenungkan kebesaran Allah. Menjadi seorang muslim benar-benar sesuatu yang sangat luar biasa!
Subhana rabbiyal ‘aziim!
Sumber: www.islam-universe.com

Lima Produk Paling Laris di Indonesia

Written By Unknown on 8/26/15 | 9:00 PM


INSIGHT - Sebanyak lima produk Fast Moving Consumer Goods (FMCG) atau produk yang memiliki perputaran omzet cepat dengan biaya relatif rendah,  menjadi produk yang paling laris di Indonesia.

Menurut catatan riset dari Kantar Worldpanel pada pekan lalu, produk-produk itu adalah Indomie, Mie Sedaap, Royco, So Klin, dan Frisian Flag. Lebih dari 90 persen populasi rumah tangga di Indonesia, membeli kelima merek ini. 

Riset itu bertajuk Brand Footprint 2015. Sampel yang digunakan adalah 5.680 rumah tangga. Angka itu mewakili 86 persen dari seluruh rumah tangga urban Indonesia. Riset itu dilakukan di 35 negara di dunia.

Sementara itu, Coca Cola adalah merek yang paling sering dipilih oleh konsumen di dunia. Ada sekitar 43 persen rumah tangga di dunia pernah membeli Coca Cola. Produk itu dibeli sekitar 13 kali dalam setahun. 

Coca Cola juga menjadi merek yang paling sering dipilih di 8 negara termasuk AS, Meksiko, Amerika Tengah, dan beberapa negara lainnya. 

Brand Footprint adalah penelitian yang dilakukan oleh Kantar Worldpanel setiap tahun. Dasar pengukurannya adalah menggunakan metriks Consumer Reach Point (CRP), yaitu seberapa banyak rumah tangga membeli sebuah merek (penetrasi) dan seberapa sering merek tersebut dibeli oleh konsumen (frekuensi). Dengan kata lain, Brand Footprint menunjukkan kekuatan berbagai merek dan mencakup 11,000 merek di seluruh dunia atau mencakup 63 persen dari total populasi rumah tangga di dunia. Brand Footprint juga meliputi sektor- sektor FMCG, seperti sektor makanan, minuman, kebutuhan rumah tangga dan kesehatan, serta kecantikan. 

Menurut Lim Soon Lee, General Manager Kantar Worldpanel Indonesia, Brand Footprint dapat memberikan beberapa manfaat bagi para pelaku di Industri FMCG, seperti dapat melihat kelebihan dan kelemahan dari suatu merek dan juga untuk membandingkan performa suatu merek dengan merek pesaingnya. Hal ini dapat membantu para pemain FMCG untuk merancang strategi yang tepat di dalam meningkatkan performa produk atau merek. 


Fanny Murhayati, New Business Development Director, menambahkan, bahwa Brand Footprint adalah laporan berkelanjutan (tahunan). Tahun ini adalah tahun ketiga perilisan Brand Footprint. Dengan demikian, para pemain FMCG dapat memonitor dan melihat perubahan dari CRP (jangkauan) suatu produk dari waktu ke waktu. Perlu dicatat juga bahwa riset yang dilakukan di Indonesia untuk hasil Brand Footprint hanya dilakukan untuk produk-produk yang dikonsumsi dalam rumah, tidak termasuk yang dikonsumsi di luar rumah. [kompas]

Kota Cerdas di Indonesia 2015


Kamis (13/8) malam ini, harian Kompas bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan didukung oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mengumumkan penghargaan Anugerah Kota Cerdas 2015. Penganugerahan digelar di Grand Ballroom, Hotel Shangri-La, Jakarta. Acara ini dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. 

Predikat Juara I untuk kategori kota berpenduduk di atas 1 juta jiwa diraih oleh Kota Surabaya Jawa Timur. Kemudian Juara II adalah Kota Tangerang Banten. Juara III diraih Kota Bandung Jawa Barat, kemudian Juara IV adalah Kota Depok Jawa Barat, dan Juara V adalah Kota Semarang Jawa Tengah.

Sedangkan Anugerah Kota Cerdas 2015 kategori kota berpenduduk 200.000 hingga 1 juta jiwa, Juara I disabet oleh Kota Yogyakarta DIY. Juara II diraih Kota Balikpapan Kalimantan Timur, Juara II Kota Surakarta Jawa Tengah, Juara IV Kota Pontianak Kalimantan Barat, dan Juara V adalah Kota Malang Jawa Timur.

Untuk Anugerah Kota Cerdas 2015 kategori kota berpenduduk hingga 200.000 jiwa, Juara I diraih oleh Kota Magelang Jawa Tengah. Disusul oleh Kota Madiun Jawa Timur sebagai Juara II, kemudian Kota Bontang Kalimantan Timur untuk Juara III, Kota Mojokerto Jawa Timur sebagai Juara IV, dan Kota Salatiga Jawa Tengah sebagai Juara V.

Selain kategori berdasarkan jumlah penduduk, Anugerah Kota Cerdas 2015 juga memberikan penghargaan untuk Kota Cerdas dari tiga kategori, yaitu kategori ekonomi, kategori sosial, dan kategori lingkungan hidup. Penghargaan untuk kategori ekonomi jatuh pada Kota Magelang Jawa Tengah. Sedangkan penghargaan untuk kategori sosial jatuh pada Kota Madiun Jawa Timur. Serta kategori lingkungan jatuh pada Kota Surabaya Jawa Timur.

Butuh pemimpin tegas

Dalam sambutannya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, mayoritas warga kini tinggal di perkotaan. "Karena itu kota harus lebih sehat dan nyaman," katanya.

Kota-kota di Indonesia mestinya sudah memanfaatkan teknologi, agar biaya kota lebih sedikit tapi dengan jumlah pegawai lebih besar. "Hampir semua kota yang baik punya perencanaan yang baik. Pemimpin yang tegas," kata Kalla.

Seorang pemimpin tak mungkin bisa menyenangkan semua orang. Pemimpin perlu tegas. "Aturan-aturan kota harus dipatuhi semua orang. Kita terlalu permisif sehingga aturan sering dilanggar," kata Kalla.

Pemerintah akan berusaha membantu rakyat agar hidup sehat. "Bersihkan kota, olahraga, bangun lapangan yang banyak. Kota New York dulu kotor, lalu dibereskan. Pemimpin kota turun ke bawah. Believe your eyes!," kata Kalla.

Beberapa aplikasi telah dibuat untuk membantu mengurai persoalan kota. "Mengelola kota yang cerdas memang butuh pemimpin cerdas. Terima kasih kepada harian Kompas untuk acara Kota Cerdas ini. Media mengritik dengan memberi solusi," kata Kalla.

Ramai di media sosial

Sejak Kamis siang, linimasa media sosial terutama Twitter dibanjiri berbagai informasi terkait Indeks Kota Cerdas dengan menggunakan tagar #KotaCerdas. Sejak Kamis siang memang sudah digelar dua sesi seminar yang membahas soal kota cerdas.

Akun Twitter harian Kompas yaitu @hariankompas sejak siang mengabarkan acara tersebut. Penghargaan Kota Cerdas ini merupakan puncak dari rangkaian penyusunan Indeks Kota Cerdas Indonesia (IKCI) 2015 yang telah diluncurkan pada 24 Maret 2015 lalu.

Kompas dan PGN menyelenggarakan diskusi panel dan sharing session. Pada sesi pertama, diskusi bertajuk "Tantangan dan Solusi Pengembangan Kota Cerdas Indoensia".

Hadir sebagai narasumber dalam topik ini ialah Komara Djaya, Ketua Program Studi Kajian Pengembangan Perkotaan UI; Danang Parikesit, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia; dan Suhono Harso Supangkat, Ketua Lembaga Inovasi dan Kewirausahaan ITB.

Diskusi panel dan sharing session di sesi kedua akan membahas tema "Implementasi Pengembangan Kota Cerdas". Hadir sebagai narasumber dalam topik ini ialah Arief Rachadiono Wismansyah, Wali Kota Tangerang; Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung; Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya; Sigit Widyonindito, Wali Kota Magelang; dan Rizal Effendi, Wali Kota Balikpapan.

Dalam sambutannya, Pemimpin Redaksi harian Kompas Budimen Tanuredjo mengatakan, tahun 1950 hanya 26 persen warga tinggal di kota. "Tahun 2025 akan ada 85 persen warga tinggal di kota, padahal daya dukung terbatas," kata Budiman, seperti yang dikicaukan akun @hariankompas.

Litbang Kompas melakukan survei tatap muka kepada 6.000 responden di 15 kota tersebut. Sebanyak 755 tenaga lapangan lepas terlibat dalam survei ini.

Pendapat masyarakat merupakan salah satu faktor yang berpengaruh signifikan terhadap penilaian IKCI 2015. Masyarakat memiliki peranan sentral dalam proses pengindeksan karena berhak memberikan penilaian langsung terhadap kinerja pelayanan birokrasi dan berbagai fasilitas yang disediakan oleh pemerintah kota. Sementara, tim dari ITB juga melakukan verifikasi terhadap data-data sekunder yang sebelumnya sudah dikumpulkan.
Hasil survei masyarakat dan olahan data sekunder yang diverifikasi dikombinasikan dan menjadi dasar pemeringkatan kota dalam IKCI 2015. Ke-15 kota nomine kemudian menduduki peringkat pertama hingga kelima Kota Cerdas Indonesia 2015 yang terbagi dalam tiga kategori kota, yakni kelompok kota berpenduduk sampai dengan 200.000 jiwa, kota berpenduduk di atas 200.000 sampai dengan 1 juta jiwa, dan kota berpenduduk lebih dari 1 juta jiwa.

Menurut Budiman, bukan pekerjaan mudah untuk meneliti indeks kota cerdas. "Kerja Litbang Kompas dan ITB tak bisa diintervensi siapapun," katanya.

Kota cerdas yang diharapkan

Dirut PGN M Wahid Sutopo mengatakan, di usia PGN ke-50, jaringan infrastruktur gas bumi sudah sampai ke beberapa kota. Pihaknya bersinergi dengan beberapa kota untuk memudahkan distribusi energi gas bumi.

"Cadangan energi gas bumi di Indonesia masih besar. Tantangannya bagaimana kita memanfaatkan energi gas bumi. Harus bangun infrastrukturnya. PGN akan terus bangun infrastruktur jaringan di kota-kota,"kata Wahid.

Joddy Hernady dari Telkom Indonesia mengupas soal kota cerdas dan kriterianya. Menurutnya, kota cerdas harus punya empat hal: aman, efisien, nyaman, dan berbasis ICT ( information and communication technologies).

Pilar pertama ICT adalah infrastruktur. Saat ini 13,2 juta rumah siap dilewati fiber optic. "Pada 2015 sudah ada 100 kota tercover broadband. Pilar kedua adalah perlu bangun layanan/kesiapan menjadi kota cerdas," katanya.

Joddy mengingatkan bagaimana aplikasi/data di pemerintahan diintegrasikan. Ia memberi contoh misalnya aplikasi e-PBB, SiapOnline, marketplace, akta online, dan pemantauan kota.

Komara Djaja menekankan mengapa kota harus cerdas. "Hanya 4 persen tanah dunia untuk kota tapi kota hasilkan 80% GDP dunia," katanya.

Pemimpin yang digandrungi hasil seleksi dari kota dan masa depan Indonesia dari kota juga. "Kota pusat kekuasaan, produktivitas, kemakmuran, kebudayaan, dan peradaban," kata Komara.

Namun, kota juga pusat malapetaka dengan adanya kemacetan, lingkungan buruk, dan banyak lagi. "Diperlukan pengelolaan kota yang cerdas dalam pahami masalah kota yang kompleks," kata Komara.

Selama ini banyak komunitas kota yang cerdas tapi kapasitas pengelola kotanya yang kurang. Cerdas dalam hal teknologi informasi dan inovasi, juga harus dibatengi dengan cerdas secara sosial. "Teknologi Informasi sebagai pemicu dan sarana menuju #KotaCerdas. Peran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dapat membantu pemecahan permasalahan dan tantangan kehidupan kota sehingga warga jadi lebih nyaman hidup di kota," kata Komara.

Mesin pertumbuhan

Ketua Program Studi Kajian Pengembangan Perkotaan UI Danang Parikesit mengungkapkan soal kota sebagai mesin pertumbuhan. Pendapatan per kapita Jakarta, misalnya, empat kali dibanding kota lain. "Bagaimana mencapai kota dengan mobilitas yang cerdas. Perumahan dekat stasiun, terminal, halte, harus dikasih insentif," katanya.

Suhono Harso Supangkat, Ketua Lembaga Inovasi dan Kewirausahaan ITB, mengatakan masalah perkotaan banyak. Tiap akhir pekan Bandung macet. Warga tidak bahagia. Kota diharapkan dapat mengatur sumber daya secara efektif dan efisien dalam pembangunan berkelanjutan dan kenyamanan.

"Untuk itu ICT sebagai enabler mutlak dibutuhkan. Kota cerdas adalah sebuah kota yang dapat mengatur sumber dayanya secara efektif dan efisien dalam mencapai pembangunan yang berkelanjutan," kata Suhono.

Model kota cerdas mampu menampilkan smart society, smart environment, dan smart economy.Smart economy ditandai dengan pusat ekonomi, sumber daya, pendidikan, industri. Smart society dilihat dari sisi keamanan, kesehatan, layanan publik, interaksi digital sosial. Sedangkan smart environment dilihat dari sisi public space, energi, dan lingkungan.

Komentar para wali kota

Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah mengatakan kotanya telah mendapatkan dua kali Adipura Kencana. Punya 118 aplikasi untuk menopang kota cerdas. "Dibutuhkan platform yang sama agar saling terintegrasi. Ada 15 aplikasi terintegrasi. Kota Tangerang berupaya dengan memenuhi Tangerang yang layak huni. "Dulu panas dan banyak pabrik. Kami juga ada rencana enam akses tol. Mengembangkan e-city, punya call center, dan public information system," kata Arief.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengaku tak mengira bisa hadir di acara Kota Cerdas. Menurutnya, Magelang itu kota kecil tak punya sumber daya alam, tapi mengandalkan sebagai kota jasa. Misalnya memanfaatkan wisata karena memilki Candi Borobudur.

"Investasi terbuka, angka kemiskinan berkurang drastis. Tak ada jalan berlobang di Magelang," kata Sigit. Dari sisi pendidikan juga menggembirakan. Penataan sektor PKL juga berlangsung mulus. "Di jalan protokol tak ada PKL. Program sebaik apapun harus diimbangi dengan komunikasi yang baik,"katanya.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, kotanya tidak mengizinkan penambangan batubara. Balikpapan juga akan bangun Institut Teknologi Kalimantan di lahan 300 hektar. "Bumi Kalimantan sudah terlalu lama dieksploitasi, migas, hutan, batubara, tapi lupa bangun SDM," katanya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani mengatakan, Surabaya awalnya dikenal sebagai kota bonek, panas, kotor, dan dikenal pula dengan kawasan dolly-nya. "Sekarang sudah berubah wajah," katanya.

Pihaknya membuat lebih dari 1.000 perpustakaan yang bisa mengangkat indeks pembangunan. Saat ini Kota Surabaya punya 100 lebih lapangan olahraga. "Punya 84 sekolah sepakbola. Semua layanan publik elektronik. Adabroadband learning center pula. Surabaya juga kota mangrove, jadi kawasan konservasi, juga kawasan wisata,"katanya.

Di Surabaya tak ada pengemis dan pengamen. "Kalau mau ngamen harus di taman dan dibayar. Lansia di Surabaya juga sehat-sehat karena diajak senam dan olahraga. Orang gila dirawat," kata Risma.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, kotanya punya pusat komando yang bisa mengendalikan semuanya dari sana. "Dengan adanya pusat komando, jarang rapat. Lapor bisa lewat online. Komplain selesai 90 persen. Mobil dinas dipasangi GPS," katanya.

"Kalau kena begal di Bandung, tekan panic button, patroli terdekat tiba di TKP," lanjut Ridwan. Bandung juga kaya dengan berbagai aplikasi di Android maupun iOS. Setidaknya ada 300 aplikasi terkait Bandung. Bandung juga punya unit reaksi cepat penambal jalan.

"Kami juga bisa pantau percakapan warga di medsos sehingga bisa tahu ada masalah apa. Dengan kota cerdas bisa bantu perbaiki negeri. Semua perizinanonline. Korupsi di Bandung pun turun," kata Ridwan.

Ridwan mengusulkan sebaiknya Kominfo bikin standar kota cerdas sehingga bisa dipakai seluruh kota di Indonesia. Ridwan juga usul agar pemerintah pusat menjadi pemimpin dalam pembuatan aplikasi kota cerdas yang nantinya bisa digunakan 500 kota di Indonesia.

Latar belakang

Laman resmi IKCI menyebutkan, penyusunan IKCI 2015 dilatarbelakangi semakin banyaknya penduduk di perkotaan dan kompleksitas permasalahan kota. Kondisi inilah yang kemudian melahirkan tantangan bagaimana cara mengelola kota dengan cerdas dan bertujuan akhir meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup penduduknya. Perbaikan-perbaikan dan penerapan konsep kota cerdas pun muncul, termasuk di Indonesia.

Inovasi yang berhasil memperbaiki kualitas hidup warga inilah yang kemudian patut diapresiasi lewat penyusunan IKCI 2015 dan kegiatan penganugerahan Kota Cerdas 2015. Penghargaan ini diberikan untuk menghargai daerah yang sudah berhasil, sekaligu mendorong kota-kota lain untuk ikut bergerak bersama menerapkan konsep kota cerdas.

Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam penyusunan IKCI 2015 meliputi aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Sebuah kota dianggap bisa menerapkan konsep cerdas dalam perekonomian apabila kota tersebut ditopang perekonomian yang berjalan dengan baik, termasuk kegiatan industri, dengan memaksimalkan sumber daya yang ada, terutama manusia sebagai aset dan aktor utama penggerak ekonomi.

Sementara dalam segi pengelolaan aspek sosial, sebuah kota dinilai berhasil jika masyarakat bisa menikmati keamanan, kemudahan dan kenyamanan di kota tersebut. Warga mendapatkan layanan kesehatan, transportasi, serta layanan publik lainnya yang mudah diakses dan layak.

Pengelolaan lingkungan yang cerdas juga dapat digambarkan sebagai kota yang bisa menyediakan hunian yang sehat, pengelolaan energi dengan prinsip hemat, dan kesesuaian tata ruang.

Bobot penilaian

Pengelolaan ekonomi, sosial, dan lingkungan tersebut harus didukung oleh teknologi informasi komunikasi, tata kelola, dan peran sumber daya manusia (SDM) yang baik. Ketiga hal yang disebut terakhir ini merupakan aspek enableryang juga dipertimbangkan dalam penilaian. Aspek enabler adalah hal-hal yang dianggap bisa mempercepat munculnya inovasi dan solusi cerdas, juga dinilai.

Indikator di dalam masing-masing aspek diberi bobot dengan nilai bobot diperoleh dari pendapat 15 akademisi dan profesional yang terkait dengan kota cerdas. Agar semakin sesuai dengan kondisi perkotaan di Indonesia, isu-isu strategis nasional yang dirujuk dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional juga dimasukkan dalam pertimbangan penyusunan bobot.

Pada tahap awal, data sekunder dari 93 kota otonom yang meliputi aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan enabler dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan juga ditambah dengan data dari pemerintah kota diolah. Hasilnya, muncul 15 kota nomine yang terbagi dalam tiga kelompok, yakni 5 kota untuk kategori kota berpenduduk sampai dengan 200.000 jiwa, 5 kota dengan penduduk di atas 200.000 sampai dengan 1 juta jiwa, dan 5 kota dengan penduduk lebih dari 1 juta jiwa. [kompas]

CAK NUN: SAYA ANTI DEMOKRASI


Berikut kutipan buku Emha Ainun Najib “Iblis Nusantara Dajjal Dunia”

Kalau ada bentrok antara Ustadz dengan Pastur, pihak Depag, Polsek, dan Danramil harus menyalahkan Ustadz, sebab kalau tidak itu namanya diktator mayoritas.Mentang-mentang Ummat Islam mayoritas, asalkan yang mayoritas bukan yang selain Islam – harus mengalah dan wajib kalah. Kalau mayoritas kalah, itu memang sudah seharusnya, asalkan mayoritasnya Islam dan minoritasnya Kristen. Tapi kalau mayoritasnya Kristen dan minoritasnya Islam, Islam yang harus kalah. Baru wajar namanya.

Kalau Khadhafi kurang ajar, yang salah adalah Islam. Kalau Palestina banyak teroris, yang salah adalah Islam. Kalau Saddam Hussein nranyak, yang salah adalah Islam. Tapi kalau Belanda menjajah Indonesia 350 tahun, yang salah bukan Kristen. Kalau amerika Serikat jumawa dan adigang adigung adiguna kepada rakyat Irak, yang salah bukan Kristen. Bahkan sesudah ribuan bom dihujankan di seantero Bagdad, Amerika Serikatlah pemegang sertifikat kebenaran, sementara yang salah pasti adalah Islam.

“Agama” yang paling benar adalah demokrasi. Anti demokrasi sama dengan setan dan iblis. Cara mengukur siapa dan bagaiman yang pro dan yang kontra demokrasi, ditentukan pasti bukan oleh orang Islam. Golongan Islam mendapat jatah menjadi pihak yang diplonco dan dites terus menerus oleh subyektivisme kaum non-Islam.

Kaum Muslimin diwajibkan menjadi penganut demokrasi agar diakui oleh peradaban dunia. Dan untuk mempelajari demokrasi, mereka dilarang membaca kelakuan kecurangan informasi jaringan media massa Barat atas kesunyatan Islam.

Orang-orang non-Muslim, terutama kaum Kristiani dunia, mendapatkan previlese dari Tuhan untuk mempelajari Islam tidak dengan membaca Al-Quran dan menghayati Sunnah Rasulullah Muhammad SAW, melainkan dengan menilai dari sudut pandang mereka.
Maka kalau penghuni peradaban global dunia bersikap anti-Islam tanpa melalui apresiasi terhadap Qur’an, saya juga akan siap menyatakan diri sebagai anti-demokrasi karena saya jembek dan muak terhadap kelakuan Amerika Serikat di berbagai belahan dunia. Dan dari sudut itulah demokrasi saya nilai, sebagaimana dari sudut yang semacam juga menilai Islam.

Di Yogya teman-teman musik Kiai Kanjeng membuat nomer-nomer musik, yang karena bersentuhan dengan syair-syair saya, maka merekapun memasuki wilayah musikal Ummi Kaltsum, penyanyi legendaris Mesir. Musik Kiai Kanjeng mengandung unsur Arab, campur Jawa, jazz Negro dan entah apa lagi. Seorang teman menyapa: “Banyak nuansa Arabnya ya? Mbok lain kali bikin yang etnis ‘gitu…”
Lho kok Arab bukan etnis?
Bukan. Nada-nada arab bukan etnis, melainkan nada Islam. Nada Arab tak diakui sebagai warga etno-musik, karena ia indikatif Islam. Sama- sama kolak, sama-sama sambal, sama-sama lalap, tapi kalau ia Islam-menjadi bukan kolak, bukan sambal, dan bukan lalap.
Kalau Sam Bimbo menyanyikan lagu puji-puji atas Rasul dengan mengambil nada Espanyola, itu primordial namanya. Kalau Gipsy King mentransfer kasidah “Yarim Wadi-sakib…”, itu universal namanya. Bahasa jelasnya begini: apa saja, kalau menonjol Islamnya, pasti primordial, tidak universal, bodoh, ketinggalan jaman, tidak memenuhi kualitas estetik dan tidak bisa masuk jamaah peradaban dunia.

Itulah matahari baru yang kini masih semburat.
Tetapi kegelapan yang ditimpakan oleh peradapan yang fasiq dan penuh dhonn kepada Islam, telah terakumulasi sedemikian parahnya. Perlakuan-perlakuan curang atas Islam telah mengendap menjadi gumpalan rasa perih di kalbu jutaan ummat Islam. Kecurangan atas Islam dan Kaum Muslimin itu bahkan diselenggarakan sendiri oleh kaum Muslimin yang mau tidak mau terjerat menjadi bagian dan pelaku dari mekanisme sistem peradaban yang dominan dan tak ada kompetitornya.

“Al-Islamu mahjubun bil-muslimin “. Cahaya Islam ditutupi dan digelapkan oleh orang Islam sendiri.
Endapan-endapan dalam kalbu kollektif ummat Islam itu, kalau pada suatu momentum menemukan titik bocor – maka akan meledak. Pemerintah Indonesia kayaknya harus segera merevisi metoda dan strategi penanganan antar
ummat beragama. Kita perlu menyelenggarakan ‘sidang pleno’ yang transparan, berhati jernih dan berfikiran adil. Sebab kalau tidak, berarti kita sepakat untuk menabuh pisau dan mesiu untuk peperangan di masa depan. (NUGARISLURUS)


6 Langkah Sederhana Memulai Usaha


ENTREPRENEURSHIP - Membuka bisnis selalu dimulai dari sebuah ide. Namun yang menjadi tantangan, Anda harus mampu mengubahnya dalam tindakan. Pada kenyataannya banyak orang kebingungan.

Ini bisa dimengerti karena tidak semua ide bisa diaplikasikan dengan mudah. Tapi, jika Anda memiliki cara menerjemahkannya akan memberikan Anda kemudahan dalam bisnis.

Anda harus bisa memecahkannya menjadi tugas yang lebih kecil, dan mengatasi semua melalui tindakan yang diperlukan. Dilansir dari situs Entrepreneur, berikut enam langkah sederhana memulai bisnis kecil:

1. Tulis rencana bisnis

Kunci usaha kecil yang sukses, terutama pada fase memulai, menjaga hal-hal sederhana, dan biaya rendah. Biaya tidak hanya berarti anggaran moneter, tetapi juga waktu Anda.

Banyak calon pemilik usaha kecil jatuh ke dalam perangkap mencoba membuat rencana bisnis besar dan paling kuat di dunia. Anda akan membutuhkan investasi atau pembiayaan, dan bahkan jika Anda akan mencari salah satu dari hal-hal di jalan, saya selalu merekomendasikan pemilik usaha kecil memulai dengan menguji ide-ide mereka terlebih dahulu sebelum menginvestasikan waktu dan uang.

Jadi untuk memulai, membuat rencana bisnis sederhana dalam selembar kertas sebagai gambaran bisnis kecil Anda.

    - Tentukan visi Anda. Apa yang akan menjadi hasil akhir dari bisnis Anda?
    - Tentukan misi Anda. Berbeda dengan visi, misi harus menjelaskan alasan perusahaan Anda ada.
    - Tentukan tujuan Anda. Apa yang akan dilakukan - apa tujuan Anda - yang akan mengarah pada pencapaian misi dan visi.
    - Menggariskan strategi dasar Anda. Bagaimana Anda akan mencapai tujuan?
    - Tulis rencana aksi sederhana. Tandai orientasi tindakan tugas yang lebih kecil untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Mungkin ini lebih dari satu halaman, tapi pasti akan lebih terorganisir dan lebih pendek dari rencana bisnis lengkap, yang bisa memakan waktu berminggu-minggu untuk menulis. 

2. Tentukan anggaran

Disarankan untuk menjaga biaya serendah mungkin. Anda harus menentukan anggaran untuk memulai dan berapa banyak Anda dapat menghabiskan. Jika Anda membiayai bisnis sendiri, bersikap realistis tentang angka dan apapun dalam mengantisipasi anggaran Anda.

Saya menemukan 20% anggaran tambahan disiapkan untuk hal tak terduga sebagai jumlah lebihan realistis yang dapat membantu Anda memecahkan masalah usaha.

Berapa banyak uang tunai Anda dihabiskan dalam lebih dari sebulan. Ini adalah jumlah penting bagi Anda untuk mencari tahu berapa lama Anda bisa bertahan dalam bisnis sebelum Anda dapat menghasilkan keuntungan.

Anda harus mengatur bisnis Anda dengan keuntungan dalam perkiraan pertama 30 sampai 90 hari. Tapi, Anda harus memiliki cadangan anggaran sehingga dapat bertahan hidup.

3. Tentukan badan hukum

Pengajuan dokumen untuk bisnis seringkali tergantung pada wilayah Anda, berapa banyak biaya pengurusan bisnis dibutuhkan? Anda harus memperhitungkan izin usaha, atau biaya membangun badan usaha dan banyak lagi. 

Buat estimasi berapa biaya pengajuan pengurusan izin usaha di kota atau daerah Anda, sebelum memulai bisnis apapun.

Seringkali pada fase awal bisnis kecil Anda, lebih bijaksana dengan memulai sebagai pemilik tunggal. Hal ini dapat menghemat uang besar/waktu saat Anda menentukan kelayakan bisnis.

Sadarilah bahwa meskipun bertindak sebagai pemilik tunggal dapat menempatkan Anda pada risiko pribadi lebih kecil, sehingga Anda dapat mempertimbangkan manfaat versus risiko dan kemudian berbicara dengan pengacara atau profesional pajak lokal untuk memutuskan mana yang lebih baik untuk-jangka pendek dan jangka panjang.

Anda dapat mengajukan badan usaha setelah bisnis berjalan 3-6 bulan pertama dan terbukti mempunyai model yang layak dan berkelanjutan.

4. Menjaga uang

Apapun badan usaha Anda, pisahkan antara rekening pribadi dengan bisnis. Jika teledor, ke depan ini bisa menjadi kesalahan besar dalam penghitungan pajak dan keuangan perusahaan.

Anda bisa membuat rekening giro bisnis melalui badan kredit lokal atau bank. Yang Anda butuhkan adalah dokumen pengajuan, pemilik lisensi informasi tunggal dan setoran awal untuk mendapatkan izin dari lembaga keuangan tersebut.

5. Website usaha

Terlepas dari apakah bisnis Anda konvensional atau online, Anda akan memerlukan sebuah website dan itu berarti mengamankan URL. Situs populer domain, seperti HostGator dan Go Daddy akan membantu Anda mencari alamat website pilihan Anda dan membelinya USD9,99.

Jika Anda memulai bisnis online, Anda dapat mengikat domain Anda ke keranjang belanja online, seperti Shopify untuk biaya bulanan yang rendah, atau Anda dapat membangun sebuah situs dasar sendiri di atas URL dengan do-it-yourself drag-and-drop, seperti Weebly untuk biaya rendah. Keduanya kurang dari USD100 per bulan.

6. Menguji penjualan

Anda memiliki banyak pilihan lembaga yang dapat digunakan untuk menguji berapa penjualan bisnis Anda. Cobalah untuk menyebarkan berita dengan cara murah dan kreatif.

Jika Anda memiliki bisnis berbasis layanan, terlibat dengan Kadin lokal (organisasi usaha) untuk berbagi informasi tentang bisnis Anda. 

Jika Anda memiliki bisnis berbasis produk, menguji kelangsungan hidup produk Anda melalui kegiatan masyarakat, untuk menguji apa yang benar-benar masyarakat butuhkan (jika mereka akan membeli) dari Anda.

Mengarahkan lalu lintas situs Web Anda melalui iklan sederhana di Facebook, atau mengatur akun Google AdWords sederhana untuk menguji lalu lintas situs Anda dikenal di dunia maya.

Semua hal di atas adalah cara fantastis untuk menguji kelayakan bisnis kecil Anda sebelum membuang semua waktu dan uang yang Anda miliki. [sindonews]

Sail Tomini dan Festival Boalemo 2015 Siap Gaet Wisatawan

Written By Unknown on 8/1/15 | 8:32 AM


Jakarta, CNN Indonesia -- Gelaran tahunan Indonesia Sail kembali digelar. Setelah sukses dengan Sail Raja Ampat pada 2014 lalu, Indonesia Sail kini diadakan di Teluk Tomini, Sulawesi Tengah.

Pertama kali digelar di Bunaken pada 2009 lalu, acara tahunan ini dilanjutkan dengan Sail Banda pada 2010, Sail Wakatobi-Belitung pada 2011, Sail Morotai pada 2012, Sail Komodo pada 2013 dan terakhir Sail Raja Ampat tahun lalu.

Acara Sail Tomini 2015 merupakan rangkaian Indonesia Sail yang ketujuh, dan akan berpusat di Parigi Mountong, Sulawesi Tengah. Bersamaan dengan acara ini, akan diadakan juga Festival Boalemo di provinsi Gorontalo yang juga merupakan garis pantai dari Teluk Tomini.

Teluk Tomini merupakan teluk terbesar ke-2 di Indonesia setelah Teluk Cenderawasih di Papua yang memiliki luas sekitar 6 juta hektar dengan potensi sumber daya alam yang kaya.

Wilayah terumbu karangnya yang memiliki luas 1.031 hektar dan hutan mangrove dengan luas sekitar 785,10 hektar membuat Tomini dianggap memiliki potensi sumber daya pesisir dan laut yang berlimpah untuk pengembangan wisata bahari.

Oleh karena itu, kawasan ini dijadikan destinasi berikutnya untuk penyelenggaraan Sail Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo, Kusnan Sudrajat, mengatakan Sail Tomini dan Festival Boalemo diadakan dengan tujuan untuk mempromosikan wilayah Teluk Tomini dan sekitarnya agar kehidupan masyarakatnya pun berkembang.

"Tujuannya untuk mempercepat pembangunan daerah dari sektor perikanan, kelautan, pariwisata. Bukan hanya acara seremonial, tapi diharapkan dengan selesainya sail ini wisatanya maju juga," kata Kusnan pada CNN Indonesia di Epicentrum Walk, Jakarta Selatan, Selasa (5/5).

Berbagai macam kegiatan akan diadakan pada acara ini, mulai dari yacht rally, ekspedisi penelitian maritim, parade kapal perang, pameran, dan seminar ilmiah.

Acara puncak Sail Tomini akan berlangsung pada tanggal 19 September 2015 di Desa Pelawa Baru, Desa Pangi Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Sementara itu, Festival Boalemo akan berlangsung tanggal 10 September 2015 di Boalemo, Gorontalo.

Kusnan mengungkapkan akan ada banyak kegiatan yang diadakan dalam festival ini mulai dari parade budaya yang menampilkan 10 etnis dari Gorontalo, festival karawo (kain khas Gorontalo), festival kuliner, dan kegiatan olahraga air lainnya, seperti lomba jet ski dan lain sebagainya.(sumber : http://www.cnnindonesia.com)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. MUTIARA NABAWI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger