Artikel Terbaru
Showing posts with label DAKWAH DAN TABLIGH. Show all posts
Showing posts with label DAKWAH DAN TABLIGH. Show all posts

Islam di India

Written By Unknown on 8/28/15 | 3:46 AM


Peradaban Islam telah menyinari ujung-ujung dunia. Cahayanya menyebar di tiap jengkal wilayah yang pernah dimasukinya. Di antara kisah yang menarik tentang keagungan Islam dan betapa besar peradabannya adalah kisah Islam di India. Negeri dimana syiar Islam tegak kokoh dalam kurun yang lama. Masyarakat hidup dalam keimanan dan keamanan. Serta keadilan dan kebaikan.

Geografi India

Pertama-tama, kita harus mengetahui geografi India. Karena India dalam sejarah Islam berbeda dengan India yang kita kenal pada hari ini. Dalam istilah sejarah Islam, India adalah suatu wilayah yang saat ini meliputi beberapa negara. Yaitu: India, Pakistan, Bangladesh, Srilanka, dan Maladewa. Inilah wilayah India yang dimaksud dalam pembahasan kita. Wilayah yang sebelah selatannya berbatasan dengan Pegunungan Himalaya. Sebelah barat berbatasan dengan Pegunungan Hindukus dan Sulaiman, yang terletak di wilayah Afghanistan dan Iran. Di sepanjang perbatasan utara, wilayah India berbatasan dengan semenanjung Laut Arab dan Teluk Bengal.

India Pra Islam

Sebelum datangnya Islam, kemerosotan akhlak, nilai-nilai kemasyarakatan, dan keyakinan sangat jelas terlihat. Kemunduran pilar-pilar kemasyarakatan ini tampak sedari abad ke-6 masehi. Ditandai dengan banyaknya sesembahan dan Tuhan. Tersebarnya perzinahan. Nafsu syahwat diumbar tak terarah. Ketimpangan lingkungan sosial. Dan meratanya ketidak-adilan (Madza Khasara al-Alam bi Inhithath al-Muslimin oleh Abu Hasan an-Nadwi, Hal: 88).

Di masa-masa itu, begitu banyak agama dan kepercayaan di India. Yang terbesar adalah Hindu, Kemudian Budha. Di sana juga terdapat sedikit orang-orang Nasrani dan Yahudi (Tarikh al-Islam fi al-Hind oleh Abdul Mun’in Namr, Hal: 24).

Sulit untuk menentukan kapan pertama kalinya terjadi kontak antara masyarakat India dengan orang-orang Arab Islam. Hanya saja dapat diketahui bahwa kontak budaya mereka dimulai dengan adanya perniagaan. Kapal-kapal Arab singgah di banyak pelabuhan India. Bahkan sampai ke Teluk Bengal dan negeri-negeri Melayu. Termasuk Indonesia. Sehingga bisa kita temukan perkampungan Arab di wilayah-wilayah tersebut.

Mengenal Islam

Wilayah-wilayah India; India, Pakistan, Bangladesh, Srilanka, dan Maladewa merupakan komunitas terbesar agama Hindu dan Budha. Ada beberapa berita yang menyebutkan bahwa kontak dunia Islam dengan wilayah India telah terjadi sejak zaman Nabi ﷺ. Diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ pernah mengirim surat kepada raja India, Raja Malipar. Beliau ﷺ menawarkan Islam kepadanya. Ada pula riwayat yang menyebutkan bahwa Raja Kudunglur (Arab: كدنغلور) mengunjungi Nabi ﷺ di Madinah.

Kemudian di masa Khalifah Rasyidin, utusan-utusan Islam telah mencapai Bombay. Dan di masa Muawiyah, raja pertama dalam Islam ini pernah mengirim pasukan ke wilayah Sindh. Seiring waktu, kontak dengan wilayah India kian menemui puncaknya. Pada masa Abdul Malik bin Marwan, Muhammad bin Qasim datang ke India. Ia memerangi orang-orang India yang menyandera kaum muslimah. Mulailah wilayah-wilayah India dibebaskan. Islam pun diterima masyakarat dan tersebar di sana.

Di masa berikutnya, Umar bin Abdul Aziz menyurati beberapa raja India. Di antara mereka ada yang menerima Islam. Kemudian disempurnakan oleh Hisyam bin Abdul Malik yang berhasil menstabilkan wilayah India.

Di awal kekuasaan Daulah Abasiyah, terjadi kerusuhan di negeri Hindustan ini. Kemudian Khalifah Harun al-Rasyid mengangkat sejumlah gubernur bergantian memimpin wilayah Sind hingga wilayah India pun tunduk kepada kekhalifahan di Baghdad.

Ketika kekhalifahan mulai melemah, orang-orang India tunduk kepada orang-orang Samani. Salah satu kepercayaan yang meyakini bahwa air dan api adalah bendak suci. Hingga datang Mahmud Ghaznawi. Islam pun kembali Berjaya. Sampai-sampai raja wilayah Kasymir pun memeluk Islam melalui perantaranya.
Setelah era Dinasti Ghaznawi, India dikuasai oleh orang-orang Dinasti Saljuk. Kemudian Turkman. Setelah itu orang-orang Ghuri. Lalu berganti lagi dikuasai orang-orang Mamalik. Dinasti Mamluk berhasil menjaga India dari serangan Mongol. Setelah itu, India dikuasai oleh Dinasti Khilji yang merupakan orang-orang Turk.
Beberapa lama dikuasai pihak luar, akhirnya orang-orang India kembali memerintah di daerah mereka. Pada masa ini wilayah India terpecah menjadi enam negara. Namun Dinasti Lodi berhasil menyatukannya kembali. Ketika kekuasaan Dinasti Lodi melemah, muncullah Dinasti Mughal. Yang kemudian menjadi salah satu kerajaan Islam terbesar di abad pertengahan. Namun sayangnya, kerajaan ini pula yang menjadi penguasa muslim terakhir di wilayah India yang luas ini.

Raja Mughal yang terkuat adalah Raja Jalaluddin. Kekuasannya meliputi seluruh wilayah India, kecuali wilayah ujung selatan. Wilayah selatan ini dikuasai oleh raja-raja Bijapur dan Kalinga yang telah menerima Islam pula. Pada saat itu, muncul seorang Indian yang bernama Vijayankir (Arab: فيجايانكر). Ia berobsesi menyatukan seluruh agama yang ada di India menjadi satu aliran kepercayaan. Dari sini kita ketahui, isu pluralism agama adalah sebuah pemikiran lama yang booming kembali di abad modern ini.

Di pesisir barat India, orang-orang Portugal mulai menunjukkan ambisinya. Belanda menyimpan obsesi. Dan Perancis turut bergerak. Inggris pun merangkul mereka. terbentuklah sebuah perserikatan dagang Inggris di India. Muncullah took-toko kecil. Kemudian dijaga oleh orang-orang Inggris. Dari sini terbentuklah militer yang kemudian. Mulailah terjadi ketegangan antara pribumi, dengan penjajah Kristen Eropa.

Muncullah gerakan jihad di tanah Hindustan. Inggris pun mulai memainkan tipu muslihat dengan berusaha memecah belah kelompok-kelompok jihad. Mereka mengadakan konspirasi pemecah belah dengan menyerukan agar India lepas dan bebas dari pengaruh asing. Orang asing di sini maksudnya adalah pendatang Islam yang sudah mendarah daging dengan penduduk setempat.

Sama halnya dengan seruan saat ini, kampanye pemisahan budaya Arab dan budaya lokal begitu deras dihembuskan. Padahal dari beberapa contoh yang disebutkan tentang budaya Arab adalah Islam itu sendiri.
Akhirnya, India pun jatuh ke tangan penjajah Inggris
.
Untuk membela kepentingan Islam, kaum muslimin mendirikan Hizb Rabithah al-Islamiyah (Muslim League). Dibuatlah sebuah media cetak agar suara umat Islam kian cepat tersebar. Pada perang dunia pertama, umat Islam dijanjikan kemerdekaan. Namun janji tersebut tidak ditepati. Terjadilah gejolak. Hizb Rabithah al-Islamiyah menuntut agar umat Islam dimerdekakan dan membentuk negara Pakistan. Akhirnya parlemen Inggris mengizinkan umat Islam mendirikan negara Republik Islam Pakistan.

Pada 15 Agustus 1947, Inggris menyerahkan kekuasaan secara terpisah kepada India dan Pakistan. Deklarasi kemerdekaan tersebut mengakibatkan perpindahan penduduk besar-besaran. Sekitar 6 juta pemeluk Hindu dan Sikh keluar dari Pakistan menuju India. Dan kurang lebih 8 juta umat Islam bermigrasi dari India menuju Pakistan.

Sejak saat itu, terbagi-bagilah wilayah India seperti yang kita lihat sekarang ini. India, Pakistan yang kemudian juga terpecah dan muncullah Bangladesh. Umat Islam kurang lebih berkuasa selama 5 abad di wilayah ini. Suka dan duka, kemajuan dan kemunduran, damai dan perang, silih berganti menulis sejarah perjalanan wilayah ini.
Rujukan:
– islamstory.com

Macam Shalat Sunah Rawatib – Niat Shalat Qobliyah dan Niat Shalat Ba’diyah


Alhamdulillah hirobbil alamin, segala puji bagi Allah Tuhan Semesta alam yang hingga saat ini masih mengizinkan kita untuk bernafas dalam iman dan islam dengan sehat tanpa satu kekurangan apapaun. Sholawat serta salam kita tujukan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW  yang sangat kita harapkan memberi kita syafaat di hari akhir nanti… Aamiin.

Shalat Sunah Rawatib

Pada artikel islami kali ini akan membahas mengenai shalat sunah rawatib, niat sholat qobliyah dan niat sholat ba’diyah. Shalat Sunah Rawatib merupakan shalat sunah yang dikerjakan sebelum atau sesudah shalat fardlu. Jika dikerjakan sebelum sholat fardlu maka disebut shalat sunah qobliyah, sedangkan jika dikerjakan setelah shalat fardlu maka disebut dengan shalat sunah ba’diyah.
Menurut Hadis Riwayat Muslim Nomor 728, Sabda rasulullah SAW mengenai sholat sunah rawatib ini sebagai berikut : dari Ummu Babibah isteri nabi Muhammad shallallahu alaihi wasalah, beliau berkata : Aku mendegar Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda : “Tidaklah seorang muslim mendirikan shalat sunah ikhlas karena ALlah sebanyak dua belas rakaat selain shalat fardhu, melainkan Allah akan membangunkan baginya rumah di Surga”

Macam shalat sunah rawatib

Shalat sunah rawatib ada beberapa macam, di bawah ini akan disebutkan macam sholat sunah rawatib lengkap dengan bacaan niatnya. :
1. Shalat sunah dua rakaat sebelum shalat shalat subuh (qobliyah)
Niat shalat qobliyah subuh : Ushalli sunnatash subhi rak’ataini qabliyyatan lillahi Ta’aalaa
Artinya : Aku shalat sunnah sebelum subuh dua rakaat karena Allah
2. Shalat sunah dua rakaah sebelum shalat shalat dhuhur (qobliyah)
Niat shalat qobliyah dhuhur : ushalli sunnata dzhuri rak’ataini qabliyyatan lillahi ta’aalaa
Artinya : Aku niat shalat sunnah sebelum dzuhur dua rakataa karena Allah.
3. Shalat sunah dua atau empat rakaat setelah shalat dhuhur (ba’diyah)
Niat shalat dhuhur ba’diyah untuk dua rakaat : ushalli sunnata dzuhri rak’ataini ba’diyyatal lillaahi ta’aala
aku niat shalat sunnah sesudah dzuhur dua rakaat karena Allah
Niat shalat dhuhur ba’diyah untuk empat rakaat : ushalli sunnata dzuhri arba’a roka’atin ba’diyyatal lillaahi ta’aala
artinya aku niat shalat sunnah sesudah dzuhur empat rakaat karena Allah
4. Shalat sunah dua atau empat rakaat sebelum shalat ashar (qobliyah)
Niat shalat ashar qobliyah untuk dua rakaat : ushalli sunnatal ‘ashri rak’ataini qabliyyatan lillahi ta’aalaa
aku niat shalat sunnah sebelum ashar dua rakaat karena Allah
Niat shalat ashar qobliyah untuk yang empat rakaat : ushalli sunnatal ‘ashri arba’a roka’atin qabliyyatan lillaahi ta’aala
aku niat shalat sunnah sebelum ashar empat rakaat karena Allah
5. Shalat sunah dua rakaat setelah shalat magrib (ba’diyah)
Niat shalat magrib ba’diyah : Ushalli sunnatal maghribi rak’ataini ba’diyyatal lillahi ta’aalaa
artinya : Aku niat shalat sunnah sesudah magrib dua raka’at karena Allah
6. Shalat sunah dua rakaat sebelum shalat isya’ (Qobliyah)
Niat shalat isyah qobliyah : ushalli sunnatal ‘isyaa’i rak’ataini qobliyyah lillahi ta’aalaa
artinya : aku niat shalat sunah sebelum isya’ dua rakaat karena Allah
7. Shalat sunah dua rakaat setelah shalat isya’ (ba’diyah)
Niat shalat isya’ ba’diyah : Ushalli sunnatal ‘isyaa’i rak’ataini ba’diyyah lillahi ta’aalaa
artinya : aku niat shalat sunah sesudah isyah dua rakaat karena Allah
Itulah artikel islami yang mengulas mengenai sholat sunah rawatib, niat shalat sunah qobliyah dan niat shalat sunah ba’diyah. Semoga bisa dipahami dan bermanfaat bagi kamu yang membutuhkan. dan semoga Allah senantiasa memberi kita ilmu yang bermanfaat dan menjauhkan kita dari ilmu ilmu yang tidak bermanfaat.
Wabillahi taufik wal hidayah, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

WAFATNYA RASULULLAH SAW, BANJIR AIR MATA PARA SAHABAT, BANJIR AIR MATA KITA

Written By Unknown on 8/27/15 | 3:43 AM


Diriwayatkan bahwa surah Al-Maidah ayat 3 diturunkan pada sesudah waktu Ashar yaitu pada hari Jum’at di Padang Arafah pada musim haji penghabisan (Wada’). Pada masa itu Rasulullah s.a.w. berada di Arafah di atas unta. Ketika ayat ini turun Rasulullah s.a.w. tidak begitu jelas penerimaannya untuk mengingat isi dan makna yang terkandung dalam ayat tersebut. Kemudian Rasulullah s.a.w. bersandar pada unta beliau, dan unta beliau pun duduk perlahan-lahan.

Setelah itu turun malaikat Jibril a.s. dan berkata:
“Wahai Muhammad, sesungguhnya pada hari ini telah disempurnakan urusan agamamu, maka terputuslah apa yang diperintahkan oleh Allah s.w.t. dan demikian juga apa yang terlarang oleh-Nya. Karena itu, kumpulkan para sahabatmu dan beritahu mereka bahwa hari ini adalah hari terakhir aku bertemu denganmu.”

Setelah Malaikat Jibril a.s. pergi maka Rasulullah s.a.w. pun berangkat ke Mekah dan terus pergi ke Madinah. Setelah Rasulullah s.a.w. mengumpulkan para sahabat, pun menceritakan apa yang telah diberitahu malaikat Jibril a.s. Ketika para sahabat mendengarnya berita itu, mereka pun gembira sambil berkata: “Agama kita telah sempurna! Agama kila telah sempurna!”

Ketika Abu Bakar r.a. mendengar kabar Rasulullah s.a.w. itu, ia tidak dapat menahan kesedihannya. Ia pun kembali ke rumah lalu mengunci pintu dan menangis sekuat-kuatnya. Abu Bakar r.a. menangis dari pagi hingga malam. Kisah tentang Abu Bakar r.a. menangis ini sampai kepada para sahabat lain.

Maka berkumpullah mereka di depan rumah Abu Bakar r.a. dan mereka berkata: “Wahai Abu Bakar, apakah yang telah membuat engkau menangis sehingga menyedihkan sekali keadaanmu? Seharusnya engkau gembira karena agama kita telah sempurna.” Mendengar itu, Abu Bakar r.a. pun berkata, “Wahai para sahabatku, kamu semua tidak tahu tentang musibah yang akan menimpa kamu. Tidakkah kamu tahu bahwa apabila suatu perkara itu telah sempurna maka akan kelihatanlah kekurangannya. Turunnya ayat tersebut menunjukkan perpisahan kita dengan Rasulullah s.a.w.. Hasan dan Husein menjadi yatim dan para istri nabi menjadi janda.”

Setelah mereka mendengar penjelasan Abu Bakar r.a.. sadarlah mereka lalu mereka pun menangis sejadi-jadinya. Kabar tangisan mereka kemudian sampai ke para sahabat yang lain. Mereka pun memberitahu Rasulullah s.a.w. Berkata salah seorang dari sahabat,“Ya Rasulullah s.a.w., kami baru kembali dari rumah Abu Bakar r.a. dan kami dapati banyak orang menangis dengan suara keras sekali di depan rumah beliau.” Berubahlah wajah Rasulullah s.a.w. dan dengan bergegas beliau menuju ke rumah Abu Bakar r.a. Setelah sampai, Rasulullah s.a.w. melihat kepada semua yang menangis dan bertanya,“Wahai para sahabatku, mengapa kamu semua menangis?”

Kemudian Ali r.a. berkata, “Ya Rasulullah, Abu Bakar mengatakan bahwa turunnya ayat ini membawa tanda bahwa waktu wafatmu telah dekat. Adakah ini benar ya Rasulullah?” Lalu Rasulullah s.a.w. berkata:“Semua yang dikatakan Abu Bakar adalah benar, dan sesungguhnya waktu untuk aku meninggalkan kamu semua telah dekat.”

Setelah Abu Bakar mendengar pengakuan Rasulullah, maka ia pun menangis sekuat tenaganya sehingga ia jatuh pingsan. Saat semuanya sedang ditimpa duka, seorang sahabat ‘Ukasyah r.a. berkata kepada Rasulullah: “Ya Rasulullah, engkau pernah memukul tulang rusukku hingga sakit. Saya ingin tahu apakah engkau sengaja memukulku atau hendak memukul unta Baginda.” Rasulullah menjawab: “Wahai ‘Ukasyah, aku sengaja memukul kamu.” Kemudian Rasulullah berkata kepada Bilal, “Wahai Bilal, kamu pergi ke rumah Fathimah dan ambilkan tongkatku kesini.” Bilal keluar dari masjid dan menuju rumah Fathimah sambil meletakkan tangannya di atas kepala dengan berkata, “Rasulullah telah menyediakan dirinya untuk dibalas (diqishash).”

Setelah Bilal sampai di rumah Fathimah, memberi salam dan mengetuk pintu. “Siapakah di pintu?” “Aku Bilal, saya telah diperintahkan Rasulullah untuk mengambil tongkat beliau.”
“Wahai Bilal, untuk apa ayahku minta tongkatnya.”
“Wahai Fathimah, Rasulullah s.a.w. telah menyediakan dirinya untuk diqishash.”
“Wahai Bilal, siapakah manusia yang sampai hatinya untuk menqishash Rasulullah s.a.w.?”

Bilal tidak menjawab kemudian membawa tongkat itu kepada Rasulullah. Setelah Rasulullah menerima tongkat tersebut dari Bilal, maka beliau pun menyerahkan kepada ‘Ukasyah. Melihat itu, Abu Bakar ra. dan Umar ra. tampil ke depan sambil berkata:
“Wahai ‘Ukasyah, janganlah kamu qishash Rasulullah s.a.w. qishashlah kami berdua.” Rasulullah s.a.w. berkata: “Wahai Abu Bakar, Umar duduklah, sesungguhnya Allah s.w.t. telah menetapkan tempatnya untuk kamu berdua.”

Kemudian Ali r.a. bangun, “Wahai ‘Ukasyah! Aku adalah orang yang senantiasa berada di samping Rasulullah s.a.w., pukullah aku dan janganlah kamu menqishash Rasulullah.” Lalu Rasulullah berkata, “Wahai Ali duduklah kamu, sesungguhnya Allah telah menetapkan tempatmu dan mengetahui isi hatimu.” Setelah itu, Hasan dan Husein bangun dengan berkata:“Wahai ‘Ukasyah, kami ini cucu Rasulullah, kalau kamu menqishash kami sama dengan kamu menqishash Rasulullah.” Mendengar kata-kata cucunya Rasulullah s.a.w. pun berkata, “Wahai buah hatiku duduklah kamu berdua.”

“Wahai ‘Ukasyah pukullah aku, lakukanlah balasanmu,” kata Rasulullah.
‘Ukasyah berkata: “Ya Rasulullah s.a.w., engkau memukulku waktu aku tidak memakai baju.” Maka Rasulullah pun membuka baju. Setelah Rasulullah membuka baju maka menangislah semua yang hadir. Suasana tegang dan haru. Begitu ‘Ukasyah melihat tubuh Rasulullah yang putih bersih, ia segera melempar tongkatnya dan langsung memeluk dan mencium badan Rasulullah dan berkata: “Aku tebus engkau dengan jiwaku ya Rasulullah. Siapa yang sanggup memukulmu.

Aku melakukan ini karena ingin menyentuhkan badanku dengan badanmu yang dimuliakan Allah. Dan aku ingin Allah menjagaku dari neraka dengan kehormatanmu.” Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata, “Dengarlah kamu sekalian, sekiranya kamu ingin melihat seorang ahli surga, inilah orangnya.” Kemudian semua sahabat bersalam-salaman atas kegembiraan mereka terhadap peristiwa yang sangat menegangkan itu. Setelah itu para sahabat pun berkata, “Wahai ‘Ukasyah, inilah keuntungan yang paling besar bagimu, engkau telah memperoleh darajat yang tinggi dan bertemankan Rasulullah di surga.”

Ketika ajal Rasulullah s.a.w. semakin dekat, beliau pun memanggil para sahabat ke rumah Aisyah r.a. dan berkata: “Selamat datang, semoga Allah mengasihimu semua. Aku berwasiat kepadamu semua agar kamu semua bertaqwa kepada Allah dan mentaati segala perintah-Nya. Sesungguhnya hari perpisahan antara aku denganmu semua hampir dekat, dan dekat pula saat kembalinya seorang hamba kepada Allah dan menempatkannya di surga. Kalau telah sampai ajalku maka hendaklah Ali yang memandikanku, Fadhl bin Abbas hendaklah menuangkan air dan Usamah bin Zaid hendaklah menolong keduanya.

Setelah itu kamu kafanilah aku dengan pakaianku sendiri atau kafanilah aku dengan kain Yaman yang putih. Apabila kamu memandikan aku, letakkan aku di atas balai tempat tidurku dalam rumahku ini. Setelah itu, kamu semua keluarlah sebentar meninggalkan aku. Pertama yang akan menshalatkan aku adalah Allah, kemudian Jibril, kemudian diikuti Israfil, Mikail, dan yang akhir adalah lzrail berserta dengan semua pembantunya. Setelah itu baru kamu semua masuk bergantian berkelompok menshalatkanku.”

Setelah para sahabat mendengar ucapan yang sungguh menyayat hati itu, meledaklah tangis mereka. Mereka menangis sejadi-jadinya dan berkata, “Ya Rasulullah. engkau adalah seorang Rasul yang diutus kepada kami, engkau selama ini memberi kekuatan dalam penemuan kami dan sebagai penguasa yang mengurus perkara kami. Apabila engkau sudah tiada nanti, kepada siapakah akan kami bertanya setiap persoalan yang timbul nanti?”

Kemudian Rasulullah berkata,“Dengarlah para sahabatku, aku tinggalkan kepada kamu semua jalan yang benar dan jalan yang terang, dan telah aku tinggalkan kepada kamu dua penasihat: yang satu nasehat yang pandai bicara dan yang satu lagi nasehat yang diam. Yang pandai bicara adalah Al-Quran dan yang diam itu ialah maut. Apabila ada sesuatu persoalan yang rumit diantara kamu, maka hendaklah kamu semua kembali kepada Al-Quran dan Sunnah-ku dan sekiranya hati kamu bersikeras maka lembutkan dengan mengambil nasehat dari kematian.”

Setelah Rasulullah s.a.w. berkata demikian, maka Rasulullah mulai merasakan sakit. Dalam bulan safar Rasulullah s.a.w. sakit selama 18 hari dan sering dikunjungi oleh para sahabat. Rasulullah diutus pada hari Senin dan wafat pada hari Senin. Pada hari Senin pula penyakit Rasulullah bertambah berat. Setelah Bilal menyelesaikan adzan subuh, Bilal pun pergi ke rumah Rasulullah.

Bilal pun memberi salam,“Assalaamualaika ya Rasulallah.” Lalu dijawab oleh Fathimah ra.,“Rasulullah s.a.w. masih sibuk dengan urusan beliau.” Setelah Bilal mendengar penjelasan dari Fathimah, ia pun kembali ke masjid tanpa memahami kata-kata Fathimah itu. Ketika waktu subuh hampir habis, Bilal pergi sekali lagi ke rumah Rasulullah dan memberi salam lagi, kali ini salam Bilal didengar oleh Rasulullah: “Masuklah wahai Bilal, sesungguhnya sakitku ini semakin berat, suruhlah Abu Bakar mengimamkan shalat subuh berjamaah dengan mereka yang hadir.”Setelah mendengar pesan Rasulullah, Bilal pun berjalan menuju ke masjid sambil meletakkan tangan di atas kepala dengan berkata:“Waah … ini musibah besar.”

Di masjid, Bilal memberitahu Abu Bakar tentang apa yang telah Rasulullah katakan kepadanya. Abu Bakar tidak dapat menahan dirinya. Ketika melihat mimbar kosong, dengan suara keras ia menangis hingga jatuh pingsan. Melihat peristiwa ini, riuh rendah tangisan sahabat terdengar di dalam masjid, sehingga Rasulullah bertanya kepada Fathimah ra.; “Wahai Fathimah apakah yang terjadi?” “Kekisruhan kaum muslimin disebabkan engkau tidak pergi ke masjid.”

Kemudian Rasulullah memanggil Ali dan Fadhl bin Abas lalu Rasulullah bersandar kepada kedua mereka dan terus pergi ke masjid. Setelah sampai di masjid, Rasulullah s.a.w. pun bershalat subuh bersama dengan para sahabat.

Setelah selesai, Rasulullah s.a.w. berkata, “Wahai kaum muslimin, kamu semua senantiasa dalam pertolongan dan pemeliharaan Allah s.w.t., oleh karena itu hendaklah kamu semua bertaqwa kepada Allah dan mengerjakan segala perintah-Nya. Sesungguhnya aku akan meninggalkan dunia ini dan kamu semua, dan hari ini adalah hari pertama aku di akhirat dan hari terakhir aku di dunia.” Setelah berkata demikian, Rasulullah pun pulang.

Di langit, Allah s.w.t. mewahyukan kepada malaikat lzrail a.s., “Wahai lzrail, pergilah kamu kepada kekasih-Ku dengan sebaik-baik rupa, dan apabila kamu hendak mencabut ruhnya hendaklah kamu melakukan dengan cara yang paling lembut. Minta izinlah terlebih dahulu, kalau ia izinkan kamu masuk, maka masuklah dan kalau ia tidak mengizinkan kamu masuk maka hendaklah kamu kembali kepada-Ku.”

Malaikal lzrail pun turun mendatangi Nabi dengan menyerupai orang Arab Badwi. “Assalaamu ‘alaikum yaa ahla baitin nubuwwati wa ma danirrisaalati a-adkhulu?” (Mudah-mudahan keselamatan tetap untuk kamu sekalian, wahai penghuni rumah nabi dan pemberi risalah, bolehkan saya masuk?) Fathimah mendengar orang memberi salam maka ia-pun berkata; “Wahai hamba Allah, Rasulullah s.a.w. sedang sibuk sebab sakitnya semakin berat.”

Kemudian malaikat lzrail memberi salam lagi, dan kali ini didengar oleh Rasulullah s.a.w. Rasulullah bertanya kepada Fathimah: “Wahai Fathimah, siapakah di depan pintu itu?”
“Ya Rasulullah, ada seorang Arab Badwi memanggilmu, dan aku telah katakan kepadanya Ayahanda sedang sibuk sebab sakit, sebaliknya dia memandangku dengan tajam sehingga badanku terasa menggigil.”Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata: “Wahai Fathimah, tahukah kamu siapakah orang itu?” Fathimah menjawab, “Tidak ayah.” “Dialah lzrail, malaikat yang akan memutuskan segala macam nafsu syahwat yang memisahkan perkumpulan-perkumpulan dan yang memusnahkan semua rumah serta meramaikan kubur.” Fathimah tidak dapat menahan air matanya. Perpisahan dengan ayahandanya akan terjadi, dia menangis sejadi-jadinya.

“Janganlah menangis wahai Fathimah, engkaulah orang yang pertama dalam keluargaku akan bertemu denganku.” Kemudian Rasulullah pun mengizinkan lzrail masuk. lzrail dengan tenang mengucap, “Assalamu ‘alaikum ya Rasulallah.” Lalu Rasulullah menjawab: “Wa ‘alaikassalam … Wahai lzrail engkau datang menziarahiku atau untuk mencabut ruhku?” lzrail menjawab: “Kedatanganku adalah untuk menziarahimu dan untuk mencabut ruhmu, itupun jika engkau izinkan, kalau tidak engkau izinkan, aku akan kembali.” Berkata Rasulullah s.a.w., “Wahai lzrail, dimanakah engkau tinggalkan Jibril?” Berkata lzrail: “Aku tinggalkan Jibril di langit dunia, para malaikat sedang memuliakan dia.” Tidak beberapa lama kemudian Jibril pun turun dan duduk di dekat kepala Rasulullah s.a.w.

Ketika Rasulullah melihat kedatangan Jibril, beliau berkata: “Wahai Jibril, tahukah engkau bahwa ajalku sudah dekat” Berkata Jibril: “Ya aku tahu.” Rasulullah bertanya lagi, “Wahai Jibril, beritahukanlah padaku kemuliaan yang menggembirakan aku disisi Allah.” Berkata Jibril, “Sesungguhnya semua pintu langit telah dibuka, para malaikat berbaris rapi menanti ruhmu di langit. Kesemua pintu-pintu surga telah dibuka, dan kesemua bidadari sudah berhias menanti kehadiran ruhmu.”

Berkata Rasulullah: “Alhamdulillah, sekarang engkau katakan pula tentang umatku di hari kiamat nanti.” Berkata Jibril, “Allah s.w.t. telah berfirman, ‘Sesungguhnya aku telah melarang semua para nabi masuk ke dalam surga sebelum engkau masuk terlebih dahulu, dan aku juga melarang semua umat memasuki surga sebelum umatmu memasuki surga.”

Berkatalah Rasulullah: “Sekarang aku telah puas dan telah hilang keresahan akan umatku. Wahai lzrail … mendekatlah kepadaku …. dan lakukanlah tugasmu.” lzrail pun mulai melakukan tugasnya. Ruh sang Nabi Agung itu dicabutnya pelan-pelan, lembut sekali. Ketika ruhnya sampai di pusat, Rasulullah berkata: “Wahai Jibril, sakiiit … sekali kematian ini.” Karena tak sanggup melihat wajah kekasih Allah itu merintih kesakitan, Jibril mengalihkan pandangannya.

Melihat itu, Rasulullah bertanya: “Wahai Jibril, apakah engkau tidak suka melihat wajahku?” Jibril menjawab: “Wahai kekasih Allah, siapa yang akan sanggup melihat wajahmu dalam keadaan sakaratul maut begini?”Anas bin Malik ra. berkata: “Ketika ruh Rasulullah s.a.w. telah sampai di dada, beliau bersabda, ‘Aku wasiatkan kepadamu mengerjakan shalat dan kerjakan semua yang Allah perintahkan kepadamu.”

Ali r.a. berkata: “Sesungguhnya, ketika menjelang saat-saat terakhir, Rasulullah mengerakkan kedua bibirnya sebanyak dua kali, dan aku meletakkan telingaku dekat dengannya, Rasulullah s.a.w. berkata: “Umatku..’ umatku….” Telah bersabda Rasulullah s.a.w. bahwa:“Malaikat Jibril a.s. telah berkata kepadaku.”Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah s.w.t. telah menciptakan sebuah laut di belakang gunung Qaf, dan di laut itu terdapat ikan yang selalu membaca shalawat untukmu, barang siapa yang menangkap ikan dari laut tersebut maka akan lumpuhlah kedua belah tangannya dan ikan tersebut akan menjadi batu.”

Waallahualam Bishawab..

SEPOTONG CERITA DAKWAH DI HARVARD UNIVERSITY , USA ...

Written By Unknown on 11/24/14 | 11:05 PM


Seorang mahasiswa Indonesia yang kuliah di Harvard University, Amerika Serikat, yang orang tuanya harus mengeluarkan biaya Rp 600 juta lebih untuk biaya kuliah dan kebutuhan hidup nya , angka ini merupakan biaya kuliah dan biaya hidup mahasiswa Harvard, yaitu rata-rata USD 54.561 per tahun. Angka itu setara dengan Rp 643,8 juta dengan asumsi Rp11.800 per US dollar , dan juga harus mengeluarkan USD 2.360 (Rp27,8 juta) untuk keperluan layanan mahasiswa serta USD 3.020 (Rp35,6 juta) untuk kesehatan dan asuransi . Hanya itu saja ... ? , tunggu itu belum termasuk biaya sewa kos yang harus disiapkan sekitar USD 4.990 atau Rp 58,8 juta. Sedangkan ketika tahap kelulusan, ia harus mengeluarkan lagi USD 75 (Rp885 ribu) untuk biaya wisuda . Pusingkah anda membaca dan menghitungnya ... ? , tak perlu khawatir karena bukan perkara biaya itu yang akan kita lihat ... ,
.
Ternyata jika Allah berkehendak dan manusia buat usaha atas agama , hidayah akan bercucuran dimana saja , di Harvard University ini salah satu contohnya . Kampus yang dulu menjadi benchmark dicap kampus Atheis dan Yahudi ini bisa berubah jika manusia buat usaha atas iman disana . kampus yang berada di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat ini menjadi lembaga pendidikan tinggi tertua di Amerika Serikat sekaligus paling bergengsi di dunia ini tak luput dari usaha dakwah . Beberapa alumni dan mahasiswanya bahkan beberapa dosen dan rektornya menjadi motor penggerak usaha dakwah disana .
.
Si mahasiswa Indonesia yang dari keluarga kaya raya tadi yang disebut diatas pun mendapatkan hidayah disana , hal yang tak terjadi di tanah kelahirannya di jakarta indonesia . Kenapa ... ? , karena ia tak dapat suasana dakwah di lingkungannya selama ini , bahkan ia menyebut baru mengenal Islam secara keseluruhan di negeri gudang kafirun dan yahudi ini ... , karena apa ... ? , karena ia dapat suasana dakwah dari rekan2 mahasiswa islamnya dari manca negara ... . Shalat berjamaah di mushalla kampus , majelis taklim singkat setelah shalat fardhu , jaulah dan berbagai amalan lainnya membuat ia tersadar ... ia berasal dari negara muslim terbesar didunia tapi selama ini ia tak merasa mewakili kebesaraan itu ... ,
.
" ... IPTEK atau ilmu pengetahuan & tekhnologi jika tak didasari keimanan yang benar kepada Allah Ta`ala dan berdasarkan sunnah baginda Rasulullah , yang ada hanya akan membuat kerusakan diatas muka bumi ... " , targhibnya ... SubhanAllah ...
.
" ... lihatlah saat ini , sebuah potongan Alquran surat An-Nisa ayat 135 terpampang di dinding Fakultas Hukum Universitas Harvard ini . Potongan surat An-Nisa itu dituliskan di dinding sebagai penghargaan karena dinilai sebagai salah satu ayat tuhan yang mencerminkan keadilan didunia . Potongan ayat itu ditulis dengan kalimat berbahasa Inggris didinding yang mereka beri nama Words of Justice ... ".
.
“ ... Wahai orang-orang yang beriman ! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi, karena Allah walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan(kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan ... ,” demikian ayat ini terpampang jelas di kampus itu . Ya , di kampus itu ... kampus di negeri yang selama ini dicap atheis dan kafir ... mereka menilainya sebagai ekspresi keadilan terhebat sepanjang sejarah ... , bagaimana dengan kampus kampus di Indonesia ... ? " ,
.
" ... Kenapa ini bisa terjadi ... ? , karena dakwah dibuat , jika dakwah dibuat pertolongan Allah pasti akan datang ... " , targhibnya lagi .
.
SubhanAllah ...
.
kargozari : bhai Rizal el jaelani , boston , massachusset, usa

Keluarga Atheis Masuk Islam setelah Dengarkan Al-Qur'an

Written By Unknown on 11/21/14 | 7:10 AM


Sebuah keluarga asal Norwegia yang terdiri dari lima orang mengumumkan keislamannya di Turki. Uniknya, cerita masuk Islamnya keluarga yang semula tak memeluk agama apapun itu bermula ketika mereka mendengarkan lantunan adzan dan tilawah Al-Qur'an dari sebuah masjid di kota wisata Marmaris, Turki.

Situs berita Turki Dunyabulteni (10/7) melansir, keluarga Frued Sigfartsen asal Norwegia datang ke Turki untuk berwisata selama beberapa hari. Setelah mengunjungi Istanbul, mereka kemudian pergi mengunjungi kota pesisir Marmaris yang terkenal dengan pemandangan pantai dan alamnya. Di sana, mereka tinggal beberapa hari.

Tempat tinggal mereka di Marmaris rupanya tak jauh dari masjid. Setiap datang waktu shalat, masjid tersebut mengumandangkan azan dan melantunkan bacaan Alqur'an sembari menunggu iqamat. Fenomena tersebut rupanya menarik perhatian keluarga Sigfartsen.

Sigfartsen (31) mengatakan, lantunan suara itu sangat menarik perhatiannya untuk mengetahui lebih jauh. Ia pun pergi ke asal suara itu, melihat-lihat masjid dan memasukinya, menyaksikan jemaat shalat hingga akhirnya berkenalan dengan imam dan pengurus masjid itu.

Jamak diketahui, masjid-masjid di Turki terkenal dengan keindahan arsitekturnya, kebersihan dan kecantikan taman-tamannya.

Di sela-sela perkenalannya dengan sang imam, Sigfartsen pun mendapatkan penjelasan panjang lebar tentang agama Islam. Sang imam juga menerjemahkan beberapa ayat Alqur'an ke dalam bahasa Inggris. Tak lama kemudian, Sigfartsen menyatakan ketertarikannya dengan ajaran agama Islam.

Beberapa hari kemudian, Sigfartsen mengajak keluarganya untuk kembali ke masjid itu dan menemui sang imam. Tak hanya itu saja, Sigfartsen juga mengutarakan keinginannya untuk memeluk agama yang baru dikenalnya itu.

Sang imam pun mengajak keluarga Sigfartsen ke kantor Dewan Fatwa Kota Marmaris. Di sana, Sigfartsen mengumumkan keislamannya di hadapan Mufti Marmaris Shaikh Husain Kucuk.

Sigfartsen kemudian memilih nama "Ali" sebagai nama Islamnya. Istrinya memilih nama Aishah, sementara ketiga anaknya memilih nama masing-masing Asma, Alyaf dan Ayhan.

Cecilia Mahmuda Canolly: Islam Perlihatkan Bukti-Bukti Kekuasaan Allah.

Mutiara Nabawi - Cecilia Mahmuda Cannolly ingin mengatakan bahwa sebenarnya dia adalah muslim. Namun selama ini belum menyadarinya.

Sebelumnya, Cecilia adalah seorang wanita yang telah kehilangan keyakinan dalam agamanya untuk beberapa alasan. Yang paling utama adalah setiap dia mempertanyakan ajaran agamanya, dia selalu mendapat jawaban yang itu-itu saja dan tidak memuaskannya.

"Kamu tidak perlu bertanya macam-macam. Jalani saja imanmu itu."
Saat itu, dia tidak berani untuk mengatakan tidak bisa mengimani sesuatu yang ia tidak mengerti. Karena itulah, dia meninggalkan iman dan agamanya tersebut, meski tetap meyakinkan bahwa pasti ada satu Tuhan yang lebih mudah untuk disembah dan tanpa perlu melalui perantara.

Dan pada suatu hari, anaknya membawa sebuah buku tentang Islam. Mereka begitu tertarik untuk membacanya hingga anak Cecilia sering membawa buku Islam lainnya ke dalam rumah mereka.

Lambat laun, Cecilia mulai menyadari bahwa buku-buku yang dia baca itu menumbuhkan keyakinan akan Islam. Buku-buku Islam yang dibaca bersama anaknya menjadi pintu hidayah baginya. Setelah beberapa lama mempelajari Islam lewat buku-buku, Cecilia mulai bertanya-tanya tentang hal-hal yang tidak dimengerti kepada setiap muslim yang dijumpainya.

Di sinilah dia mulai mendapat penglihatan. Segala pertanyaan yang mengganjal hatinya mendapat jawaban langsung dan jelas. Sangat berbeda dari agama sebelumnya.

Setelah membaca banyak dan belajar tentang agama Islam, Cecilia dan anaknya memutuskan untuk menjadi muslim. Cecilia mengadopsi nama Mahmuda, sementara anaknya Rashida.

Setelah memeluk Islam, Cecilia merasa menemukan kehidupan baru. Hidupnya serasa lebih berarti dan tidak terkekang oleh dogma dan ritual. Cecilia bisa melihat jelas semua pekerjaan Tuhan.

Meski tidak bisa menggambarkan kekuatan yang ada di depan matanya, Cecilia bisa merasakan keajaiban pada alam semesta. Bahkan pada seorang bayi yang baru lahir sekalipun.

Dalam ajaran Cecilia sebelumnya, bayi yang baru lahir diyakini sudah berlumuran dosa. Namun dalam Islam, dia bisa melihat keindahan dan keajaiban Yang Maha Kuasa dalam diri bayi tersebut.

Bagi Cecilia, yang paling menakjubkan dari Islam adalah doa-doanya. Sebelumnya, dia berdoa untuk meminta kenikmatan duniawi saja, sementara dalam Islam, dia bisa memuji dan berterimakasih kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat yang diterimanya. Itu semua karena semata-mata Tuhan sudah tahu segala kebutuhan manusia tanpa meminta-minta dari-Nya. (Sumber: OnIslam.net)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. MUTIARA NABAWI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger